HUBUNGAN PREEKLAMPSIA DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI PUSKESMAS KEDUNGJATI

Authors

  • Rosmala Kurnia Dewi Universitas An Nuur Author
  • Anggita Septyani Permatasari Universitas An Nuur Author

Keywords:

Preeklampsia, Berat Badan Lahir Rendah, Komplikasi Kehamilan

Abstract

Latar Belakang: Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) hingga saat ini masih menjadi persoalan perinatal yang cukup signifikan, mengingat kontribusinya terhadap tingginya angka kematian neonatal serta potensi gangguan tumbuh kembang yang bersifat jangka panjang. Preeklampsia, sebagai salah satu gangguan hipertensi yang muncul selama kehamilan, dipandang berperan penting dalam munculnya BBLR karena dapat mengganggu aliran darah menuju plasenta sehingga membatasi pertumbuhan janin. Ditemukannya kasus BBLR secara berulang di Puskesmas Kedungjati sepanjang 2021 hingga 2023 mendorong perlunya penelusuran lebih mendalam terhadap faktor risiko maternal ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara preeklampsia dan kejadian BBLR pada bayi yang lahir di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati. Metode: Penelitian ini memakai desain case control dalam kerangka analitik korelasional. Populasi penelitian terdiri dari seluruh bayi yang dilahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati sepanjang Januari 2021 hingga Desember 2023—berjumlah 1.387 bayi, 76 di antaranya kasus BBLR. Dari populasi tersebut, diambil 152 responden sebagai sampel: 76 kasus BBLR melalui total sampling dan 76 kontrol melalui simple random sampling. Data sekunder yang bersumber dari rekam medis dianalisis memakai uji korelasi Rank Spearman pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil: Preeklampsia ditemukan pada 37 responden (24,3%), sementara 115 responden lainnya (75,7%) tidak mengalaminya. Distribusi bayi BBLR dan bayi berat lahir normal tercatat sama besar, masing-masing 76 kasus (50,0%). Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan koefisien 0,169 dengan p=0,038 (p<0,05), yang mengarah pada hubungan positif antara preeklampsia dan BBLR yang, meskipun signifikan secara statistik, tergolong lemah dari segi kekuatannya. Simpulan: Ditemukan hubungan yang lemah namun bermakna secara statistik antara preeklampsia dan kejadian BBLR di Wilayah Kerja Puskesmas Kedungjati. Temuan ini menegaskan pentingnya mengenali dan menangani preeklampsia sejak awal kehamilan sebagai strategi untuk menekan angka kejadian BBLR.

Downloads

Published

2026-06-20